Pengirim : Admin Sistem
Tanggal Kirim: 26-12-2019 09:15:57

BAK PENCARI KEADILAN, SEKRETARIS MA LAKUKAN SIDAK DI JOGJAKARTA



Jogjakarta—Humas: Untuk memastikan kinerja pengadilan-pengadilan di bawah Mahkamah Agung, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengadilan di Jogjakarta, Jum’at (20/11/2019). Uniknya, sidak dilakukan dengan seolah-olah menjadi seorang pencari keadilan yang hendak mengajukan perkara secara elektronik dengan aplikasi pengadilan elektronik (e-court).

Saat melakukan sidak di PN Sleman, turun dari kendaraan Pudjoharsoyo langsung masuk dan menuju meja informasi. Tidak ada yang menaruh kecurigaan jika ia adalah pejabat MA yang tengah melakukan sidak. “Saya ingin mengajukan perkara e-court,” ujar Pudjoharsoyo singkat.

Tanpa basa-basi, ia langsung diarahkan untuk menghadap loket perdata di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan terlebih dahulu mencetak nomor antrian menggunakan mesin antrian yang tersedia. Melihat adanya “pencari keadilan” yang hendak mendaftar, meja layanan yang tadinya masih kosong kemudian terisi. Pudjoharsoyo dipersilahkan duduk di kursi yang telah disediakan.

Kembali Pudjoharsoyo mengutarakan maksudnya untuk mengajukan perkara secara elektronik. Dan di loket tersebut, ia kembali diarahkan menuju loket pojok e-court yang berada persis di belakang counter PTSP. Di tempat tersebut, Pudjoharsoyo mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang tata cara mengajukan perkara dengan menggunakan aplikasi e-court.

Proses tersebut berakhir saat KPN Sleman menyadari kehadiran Pudjoharsoyo di pengadilan tersebut. Tetapi setidaknya ia telah mendapatkan informasi yang cukup perihal pelayanan perkara di pengadilan tersebut.

Melakukan Pemeriksaan terhadap Berbagai Aspek

Kegiatan sidak yang dilakukan Pudjoharsoyo dan timnya tidak saja dimaksudkan melihat secara langsung kualitas pelayanan, tetapi juga memeriksa kesiapan penerapan e-court dengan menu e-litigasi, memastikan kedisiplinan aparatur pengadilan, memeriksa kelengkapan administrasi, temasuk penerapan administrasi dengan dukungan teknologi informasi, seperti Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) dan Sistem Informasi Perlengkapan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Sipermari).

Pemeriksaan terhadap aspek-aspek tersebut, menurut Pudjoharsoyo dimaksudkan untuk memastikan kesiapan satuan kerja pengadilan melaksanakan dua agenda besar Mahkamah Agung pada tahun 2020 mendatang. “Tahun depan kita akan menerapkan sistem peradilan elektronik secara menyeluruh dan Pembangunan Zona Integritas secara lebih massif,” ujar Pudjoharsoyo.

Kepada seluruh aparatur pengadilan yang dikunjunginya, Pudjoharsoyo berharap agar dapat membangun komitmen yang tinggi dalam membangun zona integritas dan mengembangkan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan.

Beberapa aspek manajemen peradilan yang dirasakan perlu diperbaiki juga diberikan tenggat waktu penyelesaiannya. “Penyelesaiannya agar tidak berlarut-larut supaya dapat dipergunakan dalam penataan pengadilan lebih lanjut,” ujar Rosfiana, Kepala Biro Perlengkapan yang turut mendampingi Sekretaris Mahkamah Agung dalam sidak tersebut (Humas/Mohammad Noor)

.